Selasa, 19 November 2013

Kali ini saya ingin membahas tentang salam dalam islam nih. Yang mau dibahas tentang kesalahan pelafalan dan penulisannya nih. udah langsung aja ya :)
1. PENULISAN SALAM
kesalahan yang sering terjadi dan mungkin tanpa kita sadari juga yaitu dalam penyingkatan salam (Assalamu'alaikum) dalam penulisan SMS, chatting, surat, email, facebook, twitter dan lainnya, kita tidak bisa seenaknya saja mempersingkat salam (Assalamu'alaikum) ini kenapa demikian? karena sesuai dengan yang ane utarakan diawal bahwa salam dalam islam adalah sapaan yang didalamnya terdapat do'a keselamatan, penyingkatan yang salah dalam kebiasaan kita adalah seperti ini :
As, Ass, Akum, Askum, Mikum, Ass. Wr. Wb, Assalamu'alaikum Wr. Wb. dan masih banyak lagi penyingkatan salam dengan gaya dan bahasa gaul lainnya yang kesemuanya itu malah menjadikan Assalamu'alaikum menjadi berubah arti dan maknanya seperti :
- As
dalam bahasa inggris memiliki arti sebagai.
- Ass
dalam bahasa inggris memiliki arti yang sangat parah yaitu keledai, orang bodoh dan (maaf) pantat.
- Akum
gelar untuk orang-orang yahudi adalah singkatan dari “Avde Kokhavim U Mazzalot” yang artinya Hamba-hamba binatang dan orang-orang sesat
jelas sekali penyingkatan yang tertera diatas sangat jauh dari makna do'a keselamatan yang tadinya dimaksudkan untuk mendo'akan hal yang baik tapi malah sebaliknya
2. PENGUCAPAN SALAM
Kesalahan dalam pengucapan salam yang terkadang sekilas ini seperti benar, bahkan tidak sedikit pula yang mengucapkan salam ini adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi dan bertitle Haji, Hajah, ustad dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya, atau mungkin kita juga pernah mengucapkannya, seperti apakah pengucapan salam yang salah tapi seperti benar itu?
Yaitu Assalamu'alaikum yang ditambahkan kata “Ta’ala”, ane yakin kita semua pasti pernah mendengar pengucapan “Assalamualaikum” dengan ditambahkan kata “Ta’ala”, biasanya diucapkan seperti ini “Assalamu'alaikum warahmatullahi ta’ala wabarakatuh”, sekilas pengucapan salam seperti itu terdengar begitu bagus dan terdengar begitu benar, padahal ini adalah salah.
Cara Memberi salam antara sesama umat islam ini ada dalam hadist dan merubah hadist hukumnya adalah pancung, disinilah kenapa menambahkan “Ta’ala” dalam salam Assalamu'alaikum adalah salah.
Menurut Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa Nabi besar kita Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam telah mengajarkan kepada kita cara menyampaikan salam antara sesama umat islam dengan 3 ucapan salam yaitu :
1. Assalamu'alaikum (10 pahala)
2. Assalamu'alaikum Warahmatullah (20 pahala)
3. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh (30 pahala)
Hasan Al-Basri mengatakan : Mengawali ucapan salam sifatnya sunah (sukarela) sedangkan menjawab salam sifatnya wajib (harus)
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman di dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86:
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan maka balaslah dengan penghormatan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan.
Demikianlah Allah memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah Shalalahu 'Alaihi Wassalam sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hathim. Suatu hari ketika Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam sedang duduk bersama para sahabatnya, seseorang datang dan mengucapkan “Assalaamu'alaikum” Maka Beliau pun membalas dengan ucapan “Wa'alaikumsalam warahmatullah”.
Orang kedua datang dengan mengucapkan “Assalaamu'alaikum warahmatullah” Maka Beliau membalas dengan “Wa'alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh”.
Ketika orang ketiga datang dan mengucapkan “Assalaamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh” Beliau menjawab: ”Wa'alaika”
Orang yang ketiga pun terperanjat dan bertanya, namun tetap dengan kerendahan hati.
”Wahai Rasulullah, ketika mereka mengucapkan salam yang ringkas kepadamu, engkau membalas dengan salam yang lebih baik kalimatnya. Sedangkan aku memberi salam yang lengkap kepadamu, Engkau membalasku dengan sangat singkat hanya dengan wa’alaika”.
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam menjawab.
”Engkau sama sekali tidak menyisakan ruang bagiku untuk yang lebih baik, Karena itulah aku membalasmu dengan ucapan yang sama sebagaimana yang di jabarkan Allah di dalam Al-Qur’an”.
kesalahan yang sering terjadi dan mungkin tanpa kita sadari juga yaitu dalam penyingkatan salam (Assalamu'alaikum) dalam penulisan SMS, chatting, surat, email, facebook, twitter dan lainnya, kita tidak bisa seenaknya saja mempersingkat salam (Assalamu'alaikum) ini kenapa demikian? karena sesuai dengan yang ane utarakan diawal bahwa salam dalam islam adalah sapaan yang didalamnya terdapat do'a keselamatan, penyingkatan yang salah dalam kebiasaan kita adalah seperti ini :
As, Ass, Akum, Askum, Mikum, Ass. Wr. Wb, Assalamu'alaikum Wr. Wb. dan masih banyak lagi penyingkatan salam dengan gaya dan bahasa gaul lainnya yang kesemuanya itu malah menjadikan Assalamu'alaikum menjadi berubah arti dan maknanya seperti :
- As
dalam bahasa inggris memiliki arti sebagai.
- Ass
dalam bahasa inggris memiliki arti yang sangat parah yaitu keledai, orang bodoh dan (maaf) pantat.
- Akum
gelar untuk orang-orang yahudi adalah singkatan dari “Avde Kokhavim U Mazzalot” yang artinya Hamba-hamba binatang dan orang-orang sesat
jelas sekali penyingkatan yang tertera diatas sangat jauh dari makna do'a keselamatan yang tadinya dimaksudkan untuk mendo'akan hal yang baik tapi malah sebaliknya
2. PENGUCAPAN SALAM
Kesalahan dalam pengucapan salam yang terkadang sekilas ini seperti benar, bahkan tidak sedikit pula yang mengucapkan salam ini adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi dan bertitle Haji, Hajah, ustad dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya, atau mungkin kita juga pernah mengucapkannya, seperti apakah pengucapan salam yang salah tapi seperti benar itu?
Yaitu Assalamu'alaikum yang ditambahkan kata “Ta’ala”, ane yakin kita semua pasti pernah mendengar pengucapan “Assalamualaikum” dengan ditambahkan kata “Ta’ala”, biasanya diucapkan seperti ini “Assalamu'alaikum warahmatullahi ta’ala wabarakatuh”, sekilas pengucapan salam seperti itu terdengar begitu bagus dan terdengar begitu benar, padahal ini adalah salah.
Cara Memberi salam antara sesama umat islam ini ada dalam hadist dan merubah hadist hukumnya adalah pancung, disinilah kenapa menambahkan “Ta’ala” dalam salam Assalamu'alaikum adalah salah.
Menurut Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa Nabi besar kita Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam telah mengajarkan kepada kita cara menyampaikan salam antara sesama umat islam dengan 3 ucapan salam yaitu :
1. Assalamu'alaikum (10 pahala)
2. Assalamu'alaikum Warahmatullah (20 pahala)
3. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh (30 pahala)
Hasan Al-Basri mengatakan : Mengawali ucapan salam sifatnya sunah (sukarela) sedangkan menjawab salam sifatnya wajib (harus)
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman di dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86:
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan maka balaslah dengan penghormatan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan.
Demikianlah Allah memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah Shalalahu 'Alaihi Wassalam sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hathim. Suatu hari ketika Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam sedang duduk bersama para sahabatnya, seseorang datang dan mengucapkan “Assalaamu'alaikum” Maka Beliau pun membalas dengan ucapan “Wa'alaikumsalam warahmatullah”.
Orang kedua datang dengan mengucapkan “Assalaamu'alaikum warahmatullah” Maka Beliau membalas dengan “Wa'alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh”.
Ketika orang ketiga datang dan mengucapkan “Assalaamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh” Beliau menjawab: ”Wa'alaika”
Orang yang ketiga pun terperanjat dan bertanya, namun tetap dengan kerendahan hati.
”Wahai Rasulullah, ketika mereka mengucapkan salam yang ringkas kepadamu, engkau membalas dengan salam yang lebih baik kalimatnya. Sedangkan aku memberi salam yang lengkap kepadamu, Engkau membalasku dengan sangat singkat hanya dengan wa’alaika”.
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam menjawab.
”Engkau sama sekali tidak menyisakan ruang bagiku untuk yang lebih baik, Karena itulah aku membalasmu dengan ucapan yang sama sebagaimana yang di jabarkan Allah di dalam Al-Qur’an”.
jadi kesimpulannya, kalau kita mengucapkan dalam lisan atau tulisan harus hati-hati ya :))
~Salam Portal Dunia~
~Salam Portal Dunia~
{ 1 Komentar... read them below or add one }
Silahkan kalian boleh berkomentar apapun, yang penting jangan memasukkan kata-kata kasar, jangan spam, jangan menyinggung SARA, n jangan ngasih link-link yang tidak bermanfaat sama sekali yaa.. :) :)
~Salam Portal Dunia~
Super!
BalasHapus